POKJA II PKK

1764917472915.jpg

Kerajinan Tangan Ibu-Ibu PKK Desa Payalau: Warisan Budaya 

Desa Payalau di wilayah Krayan Raya bukan hanya dikenal dengan alamnya yang hijau, udara pegunungan yang sejuk, serta bentang hutan yang masih terjaga. Desa ini juga menyimpan kekayaan budaya melalui kerajinan tangan yang ditekuni oleh Ibu-Ibu PKK, yang tetap hidup hingga hari ini sebagai bagian dari identitas masyarakat Payalau.

Di tengah kehidupan desa yang sederhana dan pemandangan alam yang begitu damai, para perempuan di Payalau terus melestarikan tradisi leluhur melalui berbagai karya seni dan keterampilan rumah tangga.

1. Menganyam Tikar: Tradisi yang Tetap Hidup

Menganyam tikar merupakan salah satu keterampilan utama ibu-ibu di Desa Payalau. Dengan menggunakan bahan alami seperti daun pandan hutan atau daun piring, mereka menghasilkan tikar yang kuat, indah, dan bernilai budaya tinggi.

Anyaman mereka memiliki ciri khas:

Motif sederhana namun rapi,

Warna alami dari bahan baku,

Dikerjakan dengan teknik turun-temurun.

Tikar-tikar ini tidak hanya dipakai untuk keperluan rumah tangga, tetapi juga digunakan dalam kegiatan adat, ibadah, serta acara masyarakat lainnya.

2. Membuat Tampi dari Bambu

Tampi (ayakan beras tradisional) adalah alat yang masih sangat dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat Krayan. Ibu-Ibu PKK Desa Payalau membuatnya dengan sangat terampil menggunakan bambu pilihan.

Ciri tampi buatan mereka:

1. Ringan namun kokoh,

2. Anyaman rapat dan halus,

3. Bentuknya simetris dan indah dipandang.Selain sebagai alat rumah tangga, tampi ini sering dibawa ke pasar dan menjadi produk ekonomi rumah tangga yang membantu mencukupi kebutuhan keluarga.

3. Kerajinan Bambu dan Rotan: Dari Tas Hingga Peralatan Rumah Tangga

Beberapa kelompok perempuan di Desa Pa,yalau juga membuat kerajinan seperti,Tas bambu,Bakul atau bukuh serta bu'an,Tempat hasil panen,Hiasan dinding tradisional.Lingkungan desa Pa,yalau yang dikelilingi hutan memberikan sumber bahan baku yang melimpah, sehingga seni kerajinan ini dapat terus berkembang.

4. Belajar Membuat Kue: Kegiatan Kreatif Perempuan Desa

Selain kerajinan tangan, Ibu-Ibu PKK Desa Pa,yalau juga aktif dalam kegiatan:

1. Belajar membuat kue tradisional,

2. Membuat kue untuk acara gereja, posyandu, dan kegiatan desa,

3. Pelatihan kuliner sederhana untuk menambah keterampilan rumah tangga.

Kegiatan ini bukan hanya meningkatkan kemampuan ibu-ibu, tetapi juga mempererat kebersamaan dan solidaritas di antara mereka.

5. Peran Alam Desa Pa,yalau dalam Kreativitas Ibu-Ibu PKK

Keindahan alam Desa Pa,yalau hutan yang hijau, padang rumput terbuka, dan sungai yang jernih menjadi sumber inspirasi yang kuat bagi para pengrajin.

Suasana desa yang alami membuat,Proses menganyam terasa lebih tenang,Kreativitas tumbuh dari pengalaman sehari-hari di alam,Karya yang dihasilkan mencerminkan ketulusan dan nilai budaya.

Lingkungan yang asri inilah yang membuat kerajinan tangan Payalau memiliki karakter yang unik dan otentik.

Kerajinan tangan Ibu-Ibu PKK Desa Payalau bukan sekadar aktivitas keterampilan, tetapi merupakan warisan budaya yang terus hidup di tengah perubahan zaman. Dari tikar anyaman, tampi bambu, tas tradisional, hingga kegiatan belajar membuat kue, semuanya menggambarkan betapa kayanya tradisi dan semangat perempuan Desa Pa,yalau dalam menjaga identitas budaya desa.

Di balik alamnya yang indah, Payalau menyimpan kekuatan perempuan yang kreatif, terampil, dan berperan besar dalam mempertahankan nilai-nilai budaya Krayan Raya.

Penulis : Kolen.Dawat,S.Pd

Tgl.4 Desember 2025

Baca juga:
POKJA II PKK
Bagikan post ini: