SEJARAH DESA
2.1 Sejarah Desa
ASAL-USUL DESA
Nama Pa,Yalau berasal dari kata Pa “ Fe yang artinya anak sungai panjang tempat masyarakat mecukupi kebutuhan hidup sehari-hari dan Yalau artinya nama seorang Perempuan yang Hidup di sungai Panjang. Fa’ Yalau berasal dari kata anak sungai panjang Tempat masyarakat setempat mencukupi kebutuhan air dalam rumah tangga dan Pertanian Yang Mengalir sepanjang sawah dan pemukiman masyarakat.
Asal usul masyarakat desa Pa’ yalau berasal dari Long Puak, sebuah anak sungai yang berada di tepi Sungai krayan atau yang disebut sekarang dengan nama fe krayan. Pada mulanya masyarakat Long Puak dipimpin oleh Bujund , pemimpin masyarakat Long Puak.
Seiring dengan Perkembangan Jumlah Penduduk di Long Puak semakin banyak dengan kondisi Tempat mereka yang kurang mendukung baik di segi Pertanian, Perkebunan, Perikanan, dan masalah antara masiarakat secara sosial yang menimbulkan Perpecahan Pendapat karna itu mereka mengambil suatu keputusan untuk meniggalkan long Puak dengan beberapa kelompok. kelompok yang pertama Pindah ke payalau ± 200 kepala keluarga. Dan kelompok 2 (dua) terdiri dari ±200 Kepala keluarga yang melakukan Perjalanan Menuju Long rian. Klompok 3 ( Tiga ) ± 300 kepala Keluarga kedaerah Long Budung.
Dalam perjalanan mereka dari Long Puak, mereka bermukim di tempat perhentian yang disebut Laan Luren , tempat itu dinamakan Laan luran karena di situ mereka dapat melihat daerah Teng Paye, Binuang, Ba’liku Dan Long Rian. Termasuk Daerah Pa,Yalau.
Setelah cukup lama mereka beristirahat di Laan Luren mereka kemudian melanjutkan perjalanan hingga tiba di Arur Boyo ( dimana mereka menemukan Pohon Limau ) dan bermukim di situ. Setelah meraka bermukim di Arur Boyo mereka melanjutkan perjalanan hingga tiba di pa,yalau yang akirnya Mereka menetap di Pa,yalau. Karna beberapa alasan yang di pertimbangkan dari segi pertanian, perkebunan yang tanahnya yang cukup subur untuk di garapkan dan perikanan yang dapat memenuhi kebutuhan mereka.
Setelah Mereka Menetap Di Pa’yalau merka di pimpin oleh seorang yang bernama Bujund. Dan setelah cukup lama memimpin, lalu ketua Bujund meninggal dunia. Untuk menggantikannya, mereka mengangkat Pissa’ untuk menjadi pemimpin mereka. Setelah masa kerja Pissa sudah meninggal maka digantikan dengan Taga ngelugui setelah Taga ngelugui meninggal Diganti dengan Ukab Burung Pissa’ Memimpin masa Pemilihan Kepemimpinan. pda Tahun 1933, pada saat itu agama sudah mulai masuk di wilayah ini yaitu agama Kristen yang dibawa oleh seorang Misionaris yang bernama Jhon Welfinger yang berasal dari Amerika Serikat. Setelah masa bakti Ukab Burung habis lalu diganti dengan Sakai Ukab kemudian diganti dengan Koris Ukap setelah masa Koris Ukap dIganti Dengan Lukas Anu,setelah Lukas Anu Maka Diganti Dengan Pured Mengarit dimasanya Pured Mengarit.
Diadakan Regruping Desa, Desa Pa’yalau dipindahkan ke Lokasi Binuang ,maka Masa jabatan Pured Mengarit berakhir di Ganti dengan Koris Ukap masa Jabatan Koris Ukap Masyarakat Desa Pa’yalau Pindah KeLokasi Ba’liku dan sebagian kecil mayarakat pindah dan ikut diindahkan juga ke Ba’liku.
besar masyarakat Pa’yalau tetap bertahan di daerahnya hingga pada Tahun 1987 masyarakat yang pindah ke Ba’liku kembali bergabung dan Terjadi lah satu Lokasi.Kores Ukab tetap bertahan di Lokasi Ba’liku hingga saat ini, setelah masa jabatan Kores Ukab habis maka dipilih , dalam masa kerja Kores Ukab dalam masa kerja Kores Ukab masyarakat sudah me nikmati Uang IDT, masa jabatan Kores Ukab diperpanjang ± 43 tahun, lalu diadakan pemilihan Kades maka terpilih Jarsoharsono yang adalah putra dari Lukas Anu. Jarsoharsono terpilih selama (satu) periode hingga saat ini.dan diganti dengan Jhon Silas,Setelah Masa Jhon Silas di ganti Dengan Pj. Kades Swito selama Dua Bulan Baru Diganti Dengan Kingli Koris Anak Putra ke 6 Dari Koris Ukap.